Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 08 Maret 2013

penuntun praktikum ekologi hewan



PENUNTUN PRAKTIKUM






Ekologi Hewan











Oleh:
Dr. Dadi, M.Si.
Dr. Eming Sudiana, M.Si.


















PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FKIP UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2012
PRAKTIKUM I

  1. JUDUL PRAKTIKUM
Freferensi hewan terhadap suhu

  1. TUJUAN
Mengetahui pengaruh faktor lingkungan (suhu) terhadap organisme

  1. PENDAHULUAN
Faktor lingkungan diketahui mempengaruhi organisme dalam berbagai cara. Di bawah kondisi lingkungan yang berbeda, faktor-faktor lingkungan dapat menghasilkan pengaruh yang berbeda pula terhadap makhluk hidup di lingkungan yang tersebut.
Setiap hewan memiliki kisaran toleransi faktor abiotik yang berbeda-beda pula. Dalam kisaran kondisi yang ditolerirnya hewan memiliki freferensi terhadap kisaran kondisi yang paling cocok baginya. Apabila sejenis hewan mobile dihadapkan pada suatu variasi faktor lingkungan berupa suhu, maka hewan tersebut akan bergerak menuju zona dengan kondisi suhu yang paling cocok. Dengan demikian individu hewan yang bersangkutan akan lebih banyak ditemukan pada zona preferensinya itu

  1. ALAT DAN BAHAN
    1. bak kaca disertai dengan thermometer di setiap zonanya
    2. lampu spiritus
    3. spiritus
    4. kaki bak kaca
    5. ikan seribu
    6. es batu
    7. air
    8. styroform
    9. cutter
    10. plastik mika warna gelap


  1. CARA KERJA
Langkah pertama yang harus dilakukan kelompok adalah melakukan setting alat agar bak kaca berada pada tempat dan kondisi yang memungkinkan untuk perlakuan selanjutnya. Pastikan bak sudah terbagi menjadi 3 zona dengan masing-masing zona memiliki alat pengukur suhu yang mudah dibaca dari lubang bidik. Bak kaca harus berada pada ketinggian yang sesuai dengan ketinggian titik api dari lampu spiritus untuk menghidari pemanasan air yang terlalu cepat. Tempat pengamatan juga harus terbebas dari segala kondisi yang membuat ikan terganggu dari segala macam stimulus seperti getaran, kegaduhan, gerakan bayangan, dan sebagainya.
Langkah kedua ialah mengisi bak kaca dengan air hingga ketinggian mencapai 4 cm. Pada zona satu, bagian bawah bak ditempatkan lampu spritus, zona 2 tanpa perlakuan dan zona 3 ditambah dengan menempatkan kantung berisi es batu.
Setelah semua persiapan selesai barulah lampu spiritus dinyalakan kemudian memasukkan 15 ekor ikan seribu ke bagian tengah bak.
Pengamatan dilakukan dengan selang waktu 2 menit sejak menit pertama selama 30 menit. Pengamatan pada masing-masing zona meliputi perilaku ikan (tenang, gelisah, bergerak aktif, dsb), jumlah ikan, dan suhu air.

  1. BAHAN DISKUSI
1.    Jika memperhatikan hasil pengamatan saudara, apakah terdapat pola yang dapat diidentifikasi menurut ruang dan waktu pengamatan? Jika ada atau tidak ada,  argumen teoritis apa yang menunjang hasil pengamatan Saudara?
2.    Berkaitan dengan perilaku, waktu, dan hasil pengamatan, adakah hal-hal menarik yang ditemukan pada percobaan Saudara?
3.    Kesimpulan apa yang dapat Saudara tarik dari percobaan ini?
4.    Berikan saran-saran untuk memperbaiki kegiatan praktikum ini!


  1. JURNAL HASIL PENGAMATAN
(Jurnal harus diserahkan segera setelah praktikum selesai dilaksanakan)
Tabel rekapitulasi data hasil pengamatan
Interval ke-
Zona
Suhu (0C)
Jumlah ikan
Perilaku
1
I



II



III



2
I



II



III



...




15
I



II



III





PRAKTIKUM II

  1. JUDUL PRAKTIKUM
Pola distribusi intrapopulasi organisme

  1. TUJUAN
Mengetahui pola penyebaran organisme dalam populasi hewan dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang menjadi habitatnya.

  1. PENDAHULUAN
Keberadaan organisme pada suatu habitat berkaitan erat dengan kondisi dan sumber daya lingkungan serta interaksi biologisnya. Individu-individu dalam suatu populasi umumnya memiliki persyaratan ekologis yang hamir serupa. Akibatnya individu-individu tersebut akan memanfaatkan kondisi dan sumber daya lingkungan yang juga hampir serupa sehingga terjadilah keselingkupan.  Sehubungan dengan hal tersebut terjadi penjarakan di antara individu melalui beroperasinya mekanisme perilaku. Mekanisme yang paling sederhana ialah dengan menjaga jarak tertentu dan tidak mentorerir individu lain untuk tidak terlalu dekat atau menghindari individu lain. Namun terjadi kecenderungan lain di mana individu-individu menjadi berkelompok karena daya tarik di antara sesamanya.
Menurut Odum (1983) secara umum terdapat tiga pola umum distribusi individu dalam populasi yaitu pola acak, berkelompok atau teratur.
-          pola acak, jika dalam satu situs probabilitas suatu individu dalam area tidak menentu
-          pola berkelompok, jika individu-individu dalam suatu populasi menempati situs secara berkelompok
-          pola teratur/merata, jika terjadi penjarakan yang kurang lebih merata antara individu yang satu dengan lainnya menempati suatu situs/area
(a)                          (b)                         (c)

Gambar 1.       Pola distribusi umum: (a) acak, (b) berkelompok,
dan (c) merata.


D.   ALAT DAN BAHAN
1.    kuadrat ukuran 40x40 cm2
    1. cangkul
    2. kantung plastik
    3. plastik meja ukuran 50x50 cm2
    4. thermometer tanah
    5. thermomter lingkungan
    6. hygrometer sling
    7. neraca o-Hauss
    8. labu erlenmeyer
    9. batang pengaduk
    10. gelas ukur
    11. aquades
    12. pH Indikator
    13. spiritus
    14. lampu spiritus
    15. porselen bakar/tahan api
    16. kalkulator scientifik

  1. CARA KERJA
    1. Pencuplikan cacing tanah
a.    Setiap kelompok mengambil lokasi pengamatan yang berbeda. Pada setiap lokasi pengamatan, tentukan lima titik sampel secara acak. Berikan catatan ringkas mengenai gambaran kondisi fisik dan vegetasi lingkungan dari lokasi tempat saudara melakukan pengamatan.
b.    Setiap titik tersebut selanjutnya diambil sampel dengan luasan  yang dibatasi oleh kuadrat dan dengan kedalaman 20 cm. Setiap hasil galian harus ditampung dalam plastik untuk kemudian dicacah jumlah cacing tanah sambil menutupi kembali galian dengan tanah asal.
    1. Pengukuran suhu tanah
Suhu tanah diukur untuk setiap titik pengamatan dengan cara menancapkan thermometer di tengah kedalaman tanah sebelum digali.
    1. Pengukuran pH tanah
Dilakukan dengan mengambil 5 gr sampel tanah dan menyimpannya dalam wadah kemudian encerkan dengan aquades sebanyak 12.5 ml. Saring hasil pengenceran tersebut dengan kertas saring dan tempatkan dalam lempeng porselen. Selanjutnya uji pH menggunakan pH indikator.

    1. Pengukuran kandungan air
Pengukuran kandungan air dalam tanah dilakukan dengan mengambil tanah sampel sebesar ibu jari tangan kemudian timbang dan catat. Hasil penimbangan tersebut kemudian dijemur di terik matahari hingga menunjukkan tanda-tanda kering sempurna. Timbang kembali hasil penjemuran dan catat.
Kandungan air dalam tanah ialah selisih berat antara sebelum (a) dan setelah (b) tanah dijemur dibagi berat sebelum dijemur kemudian hasilnya dikalikan dengan 100%.

    1. Pengukuran kandungan serasah
Serasah di ambil pada permukaan tanah di dalam kuadrat dimasukkan ke dalam kantong dan ditimbang.
    1. Pengukuran kandungan bahan organik tanah
Bahan yang akan diukur ialah hasil pengeringan pada langkah pengukuran kandungan air. Catat berat kering tanah tersebut sebagai berat awal (a), kemudian tanah tersebut dibakar dalam oven selama 6 jam atau bakar menggunakan spiritus hingga tanah berwarna merah bata dan kandungan organik tanah bebas terbakar. Timbang hasil pembakaran tersebut kemudian catat sebagai berat akhir (b).
Kandungan bahan organik diperoleh dengan menghitung menggunakan rumus seperti pada pengukuran kadar air.

  1. BAHAN DISKUSI
1.    Dari hasil perhitungan pada percobaan ini, memiliki pola distribusi manakah hewan yang anda amati tersebut?
2.    Berikan gambaran kondisi lingkungan tempat Saudara mengambil sample, kemudian beri alasan mengapa menentukan lokasi tersebut sebagai tempat pengambilan sampel!
3.    Dari data yang berhasil Saudara amati, hubungkan data lingkungan dengan distribusi hewan yang diamati. Berikan deskripsi logis dan teoritis dari fakta yang ditemukan tersebut!
4.    Kesimpulan apa yang dapat Saudara tarik dari percobaan ini?
5.    Berikan saran-saran untuk memperbaiki kegiatan praktikum ini!

  1. JURNAL HASIL PENGAMATAN
(Jurnal harus diserahkan segera setelah praktikum selesai dilaksanakan)
Buatlah tabel rekapitulasi data hasil pengamatan seperti pada Praktikum I di atas

  1. PENGOLAHAN DATA
1.    Faktor lingkungan
Pengolahan data pendukung yang meliputi data faktor biotik dan abiotik akan lebih baik jika ditampilkan dalam bentuk grafik dan atau tabel.
2.    Distribusi hewan
Pola sebaran hewan yang telah kita cuplik diuji dengan menggunakan analisis Chi-square (Elliot, 1971) dengan rumus sebagai berikut:


Keterangan:
  = rata-rata cuplikan
c2   = chi-square
S2  = varians
n    = jumlah cuplikan

Nilai Chi-square diuji pada tingkat kepercayaan 95%. Bandingkan harga c2hitung dengan c2daftar dan selanjutnya kriteria uji ialah sebagai berikut:
§  Jika c2hitung > c2daftar batas atas maka berarti pola sebaran cacing tanah berkelompok
§  Jika c2hitung < c2daftar batas bawah maka berarti pola sebaran cacing tanah tersebar merata
§  Jika c2hitung berada di antara batas atas dan batas bawah maka berarti pola sebaran cacing tanah tersebar secara acak.


PRAKTIKUM III

  1. JUDUL PRAKTIKUM
Gerak taksis pada cacing tanah (Stimulus – Respons)

  1. TUJUAN
Mempelajari perilaku naluriah hewan cacing dalam merespons rangsang dari lingkungan

  1. PENDAHULUAN
Hewan sebagai komponen biotik dari ekosistem mempunyai karakteristik yang khas. Melalui kemampuan bergeraknya, sebagian besar hewan mampu berpindah tempat dengan bebas sesuai dengan kemauannya dan sesuai dengan kebutuhannya, misalnya gerak menjauhi predator, mendekati mangsa, mencari pasangan atau memilih kondisi yang cocok untuk tempat hidup, dan sebagainya.
Taksis merupakan bentuk perilaku adaptif hewan yang paling sederhana dan alamiah. Taksis pada dasarnya merupakan gerakan yang dilakukan organisme menuju atau menjauhi rangsang. Gerak tersebut mengakibatkan posisi organisme mengalami perubahan atau perpindahan.

  1. ALAT DAN BAHAN
1.    toples bekas kue astor 4 buah
2.    gelas kimia 500 ml
3.    gelas kimia 50 ml
4.    gelas ukur 25 ml
5.    kabel listrik
6.    batu baterai
7.    gunting kertas
8.    kertas karton hitam
9.    kertas alumunium foil
10.  kertas saring
11.  hati ayam
12.  aquades
13.  cacing tanah yang masih bugar
14.  tanah
15.  humus

  1. CARA KERJA
Hal pertama yang harus dikerjakan untuk praktikum ini ialah membuat sediaan feromon dan ekstrak hati ayam. Feromon dibuat dengan memberikan kejutan listrik (dari batu baterai) kepada minimal lima ekor cacing. Untuk sediaan ini pemberian kejutan listrik dilakukan di atas lembaran alumunium foil ukuran 10x10 cm2. Feromon yang telah dikeluarkan dengan kejutan listrik selanjutnya diencerkan dengan 15 ml air yang kemudian dicampurkan dengan tanah. Sediaan ekstrak hati ayam dibuat dengan menumbuk hati ayam, mengencerkannya dan menyaringnya menggunakan kertas saring. Ekstrak ini juga kemudian dicampurkan ke dalam tanah sebagai sediaan yang berbeda.
Pekerjaan lain yang harus dilakukan ialah mempersiapkan empat wadah toples yang akan diisi dengan berbagai jenis zat perangsang. Ke dalam wadah toples tersebut dilakukan pengisian tanah yang terbagi menjadi dua belah area tanah yang disekat dengan kertas karton hitam berlapis alumunium foil. Kertas tersebut dilubangi sebesar diameter cacing yang akan ditanamkan ke dalam setiap wadah.
Semua belahan pertama toples diisi dengan tanah lembab sedangkan belahan lainnya diisi dengan beragam zat perangsang, ialah:
Belahan kedua pada toples I  : tanah yang dicampur dengan feromon
Belahan kedua pada toples II : tanah yang dicampur dengan ekstrak hati
  ayam
Belahan kedua pada toples III: tanah humus
Belahan kedua pada toples IV: tanah lembab

Perlakuan terhadap cacing
Setelah semua sediaan dimasukkan ke dalam toples maka langkah selanjutnya memilih empat puluh ekor cacing yang masih bergerak aktif dan bugar dan membaginya menjadi empat kelompok maing-masing sepuluh ekor, yang akan mengisi setiap toples yang telah dipersiapkan. Masing-masing toples yang telah berisi sediaan tanah dengan berbagai perlakuan diberi cacing dalam waktu yang bersamaan.
Biarkan perlakuan tersebut selama empat jam, kemudian periksa masing-masing belahan dari setiap perlakuan tersebut. Banyaknya cacing pada tanah yang berisi rangsang tertentu menunjukkan kekuatan rangsang untuk dapat menarik respons cacing.

  1. BAHAN DISKUSI
1.    Dari perbandingan banyaknya cacing yang berkumpul pada akhir pengamatan, apakah zat perangsang yang Saudara manipulasi sebagai penarik rangsang hewan cacing dianggap mampu membuat cacing mendekati arah rangsang tersebut? Berikan alasan!
2.    Dengan membandingkan banyaknya anggota populasi cacing pada akhir pengamatan per perlakuan, menurut Saudara zat perangsang manakah yang paling memiliki daya tarik paling kuat bagi cacing-cacing tersebut untuk didekati? Berikan alasan!
3.    Adakah hal-hal menarik yang terjadi selama percobaan berlangsung? Jika ada, gambarkan dan berikan deskripsi yang jelas!
4.    Kesimpulan apa yang dapat Saudara tarik dari percobaan ini?
5.    Berikan saran-saran untuk memperbaiki kegiatan praktikum ini!

  1. JURNAL HASIL PENGAMATAN
(Jurnal harus diserahkan segera setelah praktikum selesai dilaksanakan)
Buatlah tabel rekapitulasi data hasil pengamatan untuk memudahkan Saudara menganalisis dan menarik kesimpulan praktikum

PRAKTIKUM IV

  1. JUDUL PRAKTIKUM
Estimasi populasi hewan

  1. TUJUAN
Mencoba mengestimasi (menduga) jumlah anggota populasi dari suatu spesies pada habitatnya.

  1. PENDAHULUAN
Hewan selalu memiliki dinamika populasi yang menarik untuk dipelajari. Satu dari beberapa hal yang dianggap kunci untuk dapat memetakan dinamika populasi tersebut ialah dengan mengetahui besaran populasinya. Pada kenyataannya, untuk dapat menghitung jumlah anggota populasi dari suatu spesies tidaklah semudah yang diperkirakan. Artinya, kita tidak akan mudah memperkirakan jumlah tawon dalam satu sarang, atau kita juga akan mengalami kesulitan untuk dapat menghitung jumlah ikan jenis tertentu pada satu kolam.
Kendala penghitungan jumlah anggota populasi pada suatu habitat dapat didekati dengan metode pendugaan. Metode capture and recapture dari Lincoln-Peterson ialah yang paling umum digunakan. Metode ini dikenal juga sebagai Metode TBTLTL (Tangkap Beri Tanda Lepaskan dan Tangkap Lagi). Namun penggunaan metode ini harus memenuhi beberapa syarat, ialah:
1.    semua individu dalam populasi harus mempunyai kesempatan yang sama untuk tertangkap sehingga distribusinya harus acak;
2.    tidak ada perubahan rasio antara individu bertanda dengan yang tidak bertanda. Dalam selang waktu antara penangkapan pertama dengan penangkapan kedua tidak ada penambahan individu melalui migrasi masuk atau kelahiran baru. Jikapun demikian maka harus diasumsikan bahwa adanya kelahiran dan migrasi masuk harus seimbang dengan kematian dan migrasi keluar;
3.    individu bertanda memiliki distribusi yang tersebar merata dalam populasi sehingga antara individu bertanda dan tidak bertanda mempunyai kesempatan yang sama untuk tertangkap pada penangkapan kedua;
4.    penangkapan dan pemberian tanda tidak menyebabkan terjadinya perubahan perilaku dan daya tahan tubuh individu yang diberi tanda. Jika terjadi demikian maka akan mempengaruhi pendugaan.
5.    metode/cara, alat, dan lokasi/titik penangkapan pertama dan kedua harus sama. Waktu penangkapan juga harus sama, jadi jika penangkapan pertama pagi hari mulai pukul 08.00 maka penangkapan kedua juga harus dilakukan pada waktu yang sama.

  1. ALAT DAN BAHAN
1.    hewan yang akan diestimasi jumlah anggota populasinya
2.    alat dan bahan pemberi tanda (berbeda-beda tergantung spesies yang akan ditangkap)
3.    tally counter.

  1. CARA KERJA
Langkah pertama yang harus dilakukan ialah menentukan spesies dan habitat yang akan diestimasi. Perhatikan beberapa asumsi di atas. Dengan perlengkapan untuk menangkap dan dan memberi tanda selanjutnya lakukan penangkapan terhadap hewan dimaksud. Semua hewan yang tertangkap diberi tanda, selanjutnya lepaskan kembali hewan-hewan tersebut ke habitat seperti semula.
Melewati selang waktu satu atau dua minggu lakukan penangkapan kedua. Penangkapan kedua ini harus memperhatikan waktu, lokasi, dan cara penangkapan pertama. Artinya, usahakan ketiga hal tersebut sama (pukul berapa, lokasinya dimana saja dan dengan cara apa hewan tsb ditangkap). Kemudian hitunglah berapa jumlah individu yang bertanda dan tidak bertanda pada penangkapan kedua ini, selanjutnya masukkan data yang diperoleh ke rumus di bawah ini.
  atau sama dengan
Keterangan:
N         = estimasi jumlah anggota populasi spesies
M         = jumlah anggota populasi tangkap pertama (yang
               ditandai)
n          = jumlah anggota populasi tangkap kedua (yang ditandai
   dan tidak ditandai)
R         = jumlah anggota populasi tangkap kedua (hanya yang
   ditandai)

Perhitungan statistik selalu mewaspadai adanya faktor kesalahan yang terjadi baik pada saat menentukan luas habitat, ketika proses penentuan sampel dan waktu/cara pengambilan sampel. Dalam konteks ini maka perhitungan estimasi di atas harus memperhitungkan margin of error-nya sehingga pendugaan akan memiliki angka yang diperkirakan mendekati kenyataan. Margin of error dihitung dengan mencari standard of error (SE) melalui rumus di bawah ini.
Margin of error dihitung dengan rumus
Keterangan: jika t terletak pada degree of freedom tak hingga dengan alpha 5% maka diketahui nilai t = 1,96.

  1. BAHAN DISKUSI
1.    Berdasarkan percobaan yang telah Saudara lakukan, mengapa hewan tersebut dapat diduga jumlah anggota populasinya menggunakan metode TBTLTL?
2.    Menurut Saudara, seberapa tepat penggunaan metode ini mampu memperkirakan jumlah populasi yang sebenarnya? Jelaskan alasan Saudara!
3.    Kesimpulan apa yang dapat Saudara tarik dari percobaan ini?
4.    Berikan saran-saran untuk memperbaiki kegiatan praktikum ini!

  1. JURNAL HASIL PENGAMATAN
(Jurnal harus diserahkan segera setelah praktikum selesai dilaksanakan)
Buatlah tabel rekapitulasi data hasil pengamatan untuk memudahkan Saudara menganalisis dan menarik kesimpulan praktikum

PANDUAN PELAPORAN HASIL PRAKTIKUM
  1. Pelaporan praktikum wajib disusun mengikuti aturan yang ditetapkan dalam panduan ini;
  2. Setelah praktikum selesai setiap kelompok wajib menyerahkan jurnal praktikum;
  3. Laporan hasil praktikum harus sudah diterima dosen pembimbing praktikum (melalui email) paling lambat 14 (empat belas) hari dari tanggal praktikum dilaksanakan. Keterlambatan penyerahan laporan akan mendapatkan pengurangan nilai laporan 5 poin per hari dari nilai laporan yang diperoleh;
  4. Sistematika laporan ialah sebagai berikut:
Cover (judul, tanggal praktikum, identitas anggota kelompok, identitas prodi)
Daftar isi
A.    Judul praktikum
B.    Tujuan
C.   Alat dan bahan
D.   Cara kerja (diuraikan menggunakan penomoran menurut urutan langkah yang dikerjakan)
E.    Hasil pengamatan
F.    Diskusi (memecahkan permasalahan yang ada pada bahan diskusi)
G.   Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

  1. Ketentuan lain:
-          Laporan harus diketik dengan font Arial 11 atau Times New Roman 12 dengan tulisan spasi ganda di atas format kertas ukuran A4;
-          Laporan dikirimkan melalui alamat email yang akan ditentukan kemudian.

DAFTAR KEBUTUHAN ALAT dan BAHAN
PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN

1.      PRAKTIKUM I
No
Nama alat/bahan
Spesifikasi
Jumlah
Keterangan
1
Air
-
Secukupnya

2
Es batu
-
1 kg

3
Ikan seribu
-
200 ekor
Dibawa oleh mahasiswa
4
Kardus bekas
Ukuran besar (Mis bekas televisi)
3 buah

5
Kawat kasa dan tripod
-
5 pasang

6
Kotak kaca
Modifikasi praktikum ekwan
5 unit

7
Lakban
-
1 buah

8
Pembakar spirtus
Ukuran sedang
5 unit

9
Spritus
-
2 liter

10
Statif
-
10 buah

11
Stopwatch
-
5 buah

12
Styrofoam
Standar
8 buah

13
Tally counter
-
5 buah

14
Thermometer air
-
15 buah



2.      PRAKTIKUM II
No
Nama alat/bahan
Spesifikasi
Jumlah
Keterangan
1
Aquadest
-
2 liter

2
Batang pengaduk

5 buah

3
Cangkul
-
5 buah
Dibawa oleh mahasiswa
4
Formalin
4%
0,5 liter

5
Gelas kimia
Ukuran 25 ml
5 buah

6
Kalkulator
Scientific
5 buah
Dibawa oleh mahasiswa
7
Kantung plastik bening
Ukuran 0,5 kg
200 lembar

8
Kertas buram

0,5 rim

9
Kertas saring
Diameter 10 cm
25 lembar

10
Korek api

1 bungkus

11
Kuadrat
Ukuran 20 x 20 cm
5 buah

12
Lembaran seng
Ukuran 20 x 20 cm
5 buah

13
Lempeng porselen

5 buah

14
Lumpang porselen

5 buah

15
Neraca
o-Hauss
2 buah

16
Neraca
o-Hauss
2 buah

17
pH indikator
Kertas batang
25 lembar

18
Pipit tetes
Ukuran sedang
5 buah

19
Plastik meja
Ukuran 50 x 50 cm
5 buah

20
Sling hygrometer

5 buah

21
Spiritus

2 liter

22
Thermometer lingkungan

5 buah

23
Thermometer tanah

5 buah




3.      PRAKTIKUM III
No
Nama alat/bahan
Spesifikasi
Jumlah
Keterangan
1
Aquadest

2 liter

2
Batu batere
Ukuran besar
3 buah

3
Cacing tanah
Yang masih segar dan sehat
100 ekor
Dibawa oleh mahasiswa
4
Corong kaca
Ukuran sedang
5 buah

5
Cutter
Ukuran kecil
5 buah

6
Gelas kimia
Ukuran 50 ml
5 buah

7
Gelas ukur
Ukuran 50 ml
5 buah

8
Gunting kertas
Ukuran sedang
5 buah

9
Hati ayam

200 gram

10
Humus


Dibawa oleh mahasiswa
11
Kabel listrik
Jenis serabut
1 m

12
Kayu penjepit

5 buah

13
Kertas karton
Warna hitam
2 lembar
Dibawa oleh mahasiswa
14
Kertas saring
Diameter 10 x 10 cm
15 lembar

15
Kertas timah
Ukuran 15 x 15 cm
5 lembar

16
Lampu spritus
Ukuran kecil
5 buah

17
Tanah


Dibawa oleh mahasiswa
18
Toples plastik
Bekas wadah kue Astor
15 buah
Dibawa oleh mahasiswa


0 komentar:

biologi © 2008. This blog is wearing Sederhana, a free XML Blogger Template adopted from Oh My Grid - WP theme by Thomas Arie
Converted to Blogger by Gre [Template-Godown]